Momen Sempurna untuk Selecao


FIFA via Getty Images/Alex Livesey

Rio de Janeiro – Para pemain Brasil tak bisa menutupi kegembiraan mereka setelah menjadi juara Piala Konfederasi 2013. Mengalahkan lawan sekelas Spanyol di pertandingan final membuat mereka merasakan momen yang sangat indah.

Brasil tampil luar biasa ketika berhadapan dengan Spanyol di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Senin (1/7/2013) pagi WIB. A Selecao sukses membuat Spanyol dan tiki-taka-nya tak berkutik.

Tim asuhan Luiz Felipe Scolari itu akhirnya menang telak. Mereka mengalahkan Spanyol 3-0 lewat dua gol Fred dan satu gol Neymar.

Hasil tersebut membuat Brasil mengakhiri catatan tak terkalahkan Spanyol dalam 29 pertandingan kompetitif. Selain itu, mereka juga memberi kekalahan terbesar untuk La Furia Roja dalam sebuah laga kompetitif sejak April 1985.

“Orang-orang tahu apa yang bisa kami lakukan, tapi mereka juga harus memiliki kerendahan hati untuk mengakui sehebat apa Spanyol itu,” ujar bek Brasil, David Luiz, yang dikutip AS.

“Tak satu pun dari kami yang bermimpi Brasil akan mengalahkan juara dunia saat ini dengan skor 3-0. Kami menunjukkan teknik, kelas, dan talenta,” imbuhnya.

“Ini adalah sebuah momen sempurna,” seru Luiz.

Kegembiraan serupa diungkapkan oleh Pemain Terbaik di Piala Konfederasi 2013, Neymar. Neymar begitu senang karena Brasil berhasil melampaui ekspektasi banyak orang.

“Kami telah mencapai sesuatu yang menurut banyak orang mustahil — dan membuktikan bahwa tak ada yang mustahil,” ujarnya.

“Tim bermain sangat baik — lebih dari yang diprediksi orang-orang. Kami sudah membuat banyak orang bahagia,” kata pemain yang musim depan akan membela Barcelona ini.

(mfi/din)

Sumber

Tagged

Pelatih Spanyol Akui Dominasi Brasil

Pelatih Spanyol Akui Dominasi Brasil

Vicente Del Bosque (AFP/Lluis Gene)

Liputan6.com, Rio de Janeiro : Antiklimaks. Itulah kata yang paling pas untuk menggambarkan penampilan juara dunia Spanyol di ajang Piala Konfederasi 2013. Digadang-gadang tampil sebagai jawara, di babak final menghadapi tuan rumah Brasil di Estadio Maracana, Tim Matador bak kena batunya. \

Meskipun mendominasi penguasaan bola, Tim Matador tak kunjung berhasil menjebol gawang Julio Cesar. Justru gawang Iker Casillas yang dibombardir Neymar da Silva dkk. Tiga gol yang bersarang di gawang Spanyol menandaskan begitu superiornya penampilan anak-anak asuhan Luiz Felipe Scolari yang didukung penuh 70 ribu fans Tim Samba.

Seusai pertandingan, pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, tak mau mencari alasan di balik kekalahan pertama yang dialami timnya sejak tampil sebagai juara dunia 2010 di Afrika Selatan. “Kami kurang beruntung di akhir babak pertama dan di awal babak kedua. Tapi, saya tidak mau mencari alasan. Mereka (Brasil) tampil lebih baik ketimbang kami,” ujar Del Bosque.

Meskipun gagal meraih gelar juara, Del Bosque tetap menyambut positif penampilan Andres Iniesta dkk. “Kami tampil baik dalam turnamen ini dan berkonsentrasi penuh selama 28 hari. Namun, mereka (Brasil) tampak jauh lebih segar dan berenergi,” imbuhnya.

Setelah dipaksa berjuang keras melawan cuaca panas dan bermain selama 120 menit plus adu penalti menghadapi Italia di partai semifinal yang berlangsung di Estadio Castelao, Fortaleza, Kamis, 27 Juni lalu, Spanyol kurang beruntung mengingat waktu istirahat yang didapatkannya menjelang partai puncak lebih pendek ketimbang Tim Samba. (*)

Sumber

Tagged

Hat-trick Brasil di Piala Konfederasi


Michael Regan/Getty Images

Jakarta – Brasil tampil gemilang dan mengalahkan Spanyol dengan skor telak untuk menjuarai Piala Konfederasi. Gelar juara ini merupakan yang ketiga secara berturut-turut bagi Seleccao.

Di Estadio Maracana, Senin (1/7/2013) pagi WIB, Brasil menggulung La Furia Roja 3-0. Tim tuan rumah mencetak gol cepat melalui Fred sebelum digandakan Neymar. Fred kembali membobol gawang Spanyol untuk menyudahi permainan.

Dengan kemenangan ini, Brasil secara keseluruhan telah juara empat kali sejak turnamen ini di ambil alih oleh FIFA. Sementara tiga di antaranya direbut dalam tiga edisi terakhir.

Sebelumnya ‘Tim Samba’ sukses tampil sebagai jawara di 2005. Dalam turnamen di Jerman, Brasil yang ketika itu dilatih Carlos Alberto Parreira mengandaskan rivalnya Argentina 4-1 di final.

Adriano menyumbangkan dua gol dan sisanya dibukukan oleh Kaka dan Ronaldinho. Di seberang kubu, satu-satunya gol La Albiceleste diciptakan oleh Pablo Aimar.

Empat tahun berikutnya Brasil juga kembali berjaya di Afrika Selatan. Berhadapan dengan Amerika Serikat, Brasil tampil menang dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol.

Clint Dempsey dan Landon Donovan membawa AS unggul 2-0 ketika laga belum genap setengah jam. Namun, Brasil bangkit di babak kedua dan membuat tiga gol balasan melalui Luis Fabiano (dua gol) dan Lucio.

Adapun satu gelar lainnya diperoleh di edisi perdana Piala Konfederasi pasca diambil alih oleh FIFA pada 1997. Dalam turnamen yang digelar di Arab Saudi tersebut, Brasil mencukur Australia 6-0 melalui hat-trick Ronaldo dan Romario.

(rin/cas)

Sumber

Tagged ,

Effenberg: Cepat Ambil Gomez, Fiorentina!

AFP PHOTO / CHRISTOF STACHE

Selebrasi penyerang Bayern Muenchen, Mario Gomez, usai mencetak gol dalam pertandingan semifinal DFB Pokal melawan VfL Wolfsbrug, Selasa atau Rabu (17/4/2013). Dalam pertandingan tersebut, Gomez menciptakan hattrik yang membuat Bayern meraih kemenangan 6-1.

MUENCHEN, KOMPAS.com – Mantan gelandang Jerman dan Bayern Muenchen Steffan Effenberg menyarankan klub asal Italia, Fiorentina, untuk segera membeli penyerang Die Roten Mario Gomez. Menurut Effenberg, Gomez bisa menemukan kembali permainan terbaiknya jika ia hengkang ke Serie-A. Hal tersebut disampaikan eks kapten Bayern ini pada Itasportpress.it.

“Gomez bisa bermain bagus di Fiorentina. Selain punya kualitas di udara, Gomez juga banyak membantu rekannya. Ia bahkan bisa mencetak gol lebih banyak di Italia,” jelas Effenberg.

“Fiorentina akan sangat terbantu jika mereka membeli Gomez, meski musim ini ia tak banyak bermain,” pungkas Effenberg.

Sejak akhir musim Gomez memang disebut-sebut akan hengkang dari Allianz Arena. Musim lalu ia lebih banyak bermain sebagai pemain pengganti, karena Jupp Heynckes lebih memilih Mario Mandzukic sebagai penyerang utama. Sial bagi Gomez, Mandzukic tampil impresif dengan mencetak 25 gol di seluruh kompetisi yang dijalani Bayern.

Pun begitu Gomez masih bisa membuktikan keahliannya mencetak gol dengan menorehkan 19 gol untuk Bayern musim yang baru lalu. Bahkan, dua golnya ke gawang Stuttgart di final DFB Pokal awal Juni silam berandil untuk memastikan Bayern meraih gelar treble. Selama empat musim di Bayern, penyerang berdarah Spanyol ini sudah menyumbangkan total 113 gol.

Meski beberapa klub dikabarkan tertarik memboyong Gomez, baik Gomez dan sang agen Uli Ferber belum pernah membuat pernyataan resmi mengenai kepastian nasib Gomez bersama Bayern. Adapun direktur olahraga Bayern Matthias Sammer mengakui bahwa Gomez memang sempat meminta pindah, namun hingga kini Bayern masih enggan melepasnya.

Sumber

Tagged

Del Bosque Tak Mau Beralasan


Stuart Franklin – FIFA/FIFA via Getty Images

Jakarta – Spanyol gagal memenangi Piala Konfederasi 2013 setelah kalah telak dari Brasil di laga final. Pelatih La Furia Roja, Vicente Del Bosque, tak mau beralasan atas kekalahan tim besutannya.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Maracana, Senin (1/7/2013) pagi WIB, tim ‘Matador’ kalah telak 0-3 dari A Selecao.

Gol-gol Brasil itu diciptakan oleh Fred yang mencetak dua, sementara Neymar mengemas satu.

Meski Spanyol boleh dibilang sedikit sial saat melakoni laga final tersebut, Del Bosque tak mau mencari kambing hitam. Salah satu contoh kesialan Spanyol adalah eksekusi penalti Sergio Ramos di babak kedua yang melebar.

“Kami mengalami sedikit kesialan pada awal-awal setiap babak, tapi saya tidak mau mencari-cari alasan. Mereka (Brasil) lebih bagus, dan itulah yang terjadi,” ungkap Del Bosque seperti dilansir Reuters.

“Mungkin mereka mempunyai energi sedikit lebih banyak jika dibandingkan kami. Ali-alih menyamakan kedudukan, kami justru ketinggalan 0-2 saat menit-menit akhir babak pertama. Tapi, saya tidak memikirkan itu sekarang, kami bisa menganalisa lebih detil. Mereka lebih superior, itulah yang terjadi,” imbuhnya.

(cas/rin)

Sumber

Tagged ,

Prandelli: Italia Pantas Juara Tiga

Prandelli: Italia Pantas Juara Tiga

Cesare Prandelli (AFP/Vincenzo Pinto)

Liputan6.com, Bahia : Meski hanya berstatus sebagai juara tiga, Cesare Prandelli tetap menganggap Timnas Italia telah menunjukkan karakter permainan yang hebat selama mengikuti Piala Konfederasi 2013. Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku bangga dengan semangat anak asuhnya yang pada laga terakhir sukses mengalahkan Uruguay lewat drama adu penalti.

“Ini adalah turnamen yang positif dan tim telah menunjukkan karakter hebat. Kami layak atas hasil ini. Kami dapat menunjukkan penampilan terbaik dan seiring berjalannya waktu kami mampu bermain lebih konsisten,” ucapnya.

Dalam waktu normal, Italia yang di laga tersebut banyak menurunkan pemain lapis duanya, hanya mampu bermain imbang 2-2. Gol Gli Azzurri dipersembahkan oleh Davide Astori (menit 24) dan Alessandro Diamanti (menit 73). Sedangkan Uruguay, dua gol mereka diborong Edinson Cavani (menit 58 dan 78).

Pada drama adu penalti, tiga algojo Italia, Alberto Aquilani, Stephan El Shaarawy, dan Emanele Giaccherini sukses melakukan tugasnya dengan baik. Sementara di kubu Uruguay, hanya Cavani dan Luis Suarez yang berhasil membobol gawang Italia kawalan Gianlugi Buffon.

Karena penampilannya yang brilian, Buffon banyak menuai pujian. Prandelli pun ikut melontarkan sanjungannya buat kiper sekaligus kapten Italia tersebut. “Gigi (Buffon) adalah kiper yang hebat dan itu dibuktikannya pada malam ini,” pujinya.(FI)

* [Full Time] Bantai Spanyol, Brasil Juara
* Ditanya Soal Jadi Pelatih Indonesia, Ini Jawaban Maradona
* Buffon Bawa Italia Raih Juara Ketiga
* Debut Guardiola, Muenchen Menang 15-1
* Ini Bukti Maradona Jadi Alat Kampanye di Makassar
* Erick Thohir Diminta Tak Umbar Janji di Inter Milan.
* Anjing Peliharaan Gelandang Madrid Bernama `Messi`
* Ronaldinho Jadi Bintang Iklan Kondom. Kondom apa ya?
* Ada Ganjalan Jelang Pertemuan Rahasia Ronaldo dengan MU

Sumber

Tagged

[VIDEO] Italia Kalahkan Uruguay Lewat Adu Penalti

[VIDEO] Italia Kalahkan Uruguay Lewat Adu Penalti

Italia (AFP/Vincenzo Pinto)

Liputan6.com, Salvador : Italia merebut tempat ketiga di Piala Konfederasi 2013 setelah mengalahkan Uruguay dalam sebuah laga dramatis yang harus dituntaskan lewat adu penalti. Italia akhirnya memenangkan adu penalti setelah tiga eksekutor uruguay gagal menjebol gawang Gianluigi Buffon.

Italia membuka keunggulan lebih dulu di menit 24 berkat gol Davide Astori memanfaatkan bola rebound tendangan bebas Alesandro Diamanti yang gagal diantisipasi sempurna kiper Fernando Muslera. Gol ini sontak disambut gembira pendukung Azzuri. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di paruh kedua, tepatnya menit 58, Edinson Cavani berhasil menggetarkan gawang Azzuri usai menuntaskan umpan datar Walter Gargano. Namun 15 menit kemudian Italia kembali unggul berkat gol Diamanti. Kali ini tendangan bebas Diamanti tak mampu dibendung Muslera.

Namun Uruguay mampu kembali membalas lewat tendangan bebas spektakuler Cavani. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.

Tak adanya gol di babak perpanjang waktu membuat laga berlanjut ke tos-tosan. Tiga eksekutor Uruguay yakni Diego Forlan, Martin Caceres, dan Garnano gagal menjalankan tugasnya. Sementara Italia sukses menjaringkan tiga gol membuat skor akhir adu penalti 3-2 untuk Azurri.(jum)

* [Full Time] Bantai Spanyol, Brasil Juara
* Ditanya Soal Jadi Pelatih Indonesia, Ini Jawaban Maradona
* Buffon Bawa Italia Raih Juara Ketiga
* Debut Guardiola, Muenchen Menang 15-1
* Ini Bukti Maradona Jadi Alat Kampanye di Makassar
* Erick Thohir Diminta Tak Umbar Janji di Inter Milan.
* Anjing Peliharaan Gelandang Madrid Bernama `Messi`

Sumber

Tagged ,

Kekuatan Karakter Kunci Sukses Italia Rebut Posisi Tiga


Gianlugi Buffon di laga Italia vs Spanyol (REUTERS/Paulo Whitaker)

VIVAbola – Kiper Timnas Italia, Gianluigi Buffon menilai kekuatan karakter menjadi kunci sukses Italia merebut juara tiga di Piala Konfederasi 2013. Aksi heroik Buffon di adu penalti membawa Italia sukses menekuk Uruguay dengan skor 7-6.

Dalam pertandingan di Itaivapa Arena Fonte Nova, Salvador, Minggu 30 Juni 2013, Italia dipaksa peras keringat oleh Uruguay. Bermain imbang 2-2 di waktu normal hingga perpanjangan waktu, membuat pemenang laga ditentukan melalui skenario adu penalti.

Buffon tampil cemerlang dengan menggagalkan tendangan tiga eksekutor Uruguay: Diego Forlan, Martin Caceres, dan Walter Gargano. Meski memainkan peran sentral, Buffon menilai, sukses menumbangkan Uruguay buah dari kerja sama tim.

“Kebanggaan besar untuk semua orang. Karena hari ini terasa sangat berat. Pertandingan bakal lebih sulit jika kami tidak memiliki karakter,” ucap Buffon sebagaimana dikutip dari Football Italia.

Italia, kata Buffon, tidak pernah berhenti berjuang. Bagi Buffon, kemenangan ini sekaligus membayar kekecewaan usai gagal melangkah ke final setelah dikalahkan Spanyol lewat adu penalti.

“Saya tidak bisa menggambarkan kegembiraan rekan satu tim, dengan performa yang saya tunjukkan dalam laga ini. Meskipun, agak terlambat,” kata kiper milik Juventus itu.

Buffon mengakui, kegagalan atas Spanyol di babak semi final masih membekas sampai saat ini. Terlebih, bermain dengan tempratur panas di Brasil.“Ini begitu  sulit. Tapi kami memiliki semangat tepat. Sekali lagi, kami telah menunjukkan telah menaruh respek besar terhadap jersey ini,” kata Buffon.

Portiere veteran itu merasa, sulit menilai kemenangan atas Uruguay sebagai sebuah kenyataan. “Kami berjalan ke lapangan lebih baik daripada merangkak merupakan sebuah keajaiban dalam kita sendiri. Mengelola untuk meraih kemenangan telah menunjukkan potensi kami sebenarnya,” Buffon menambahkan.

Sumber

Tagged

Neymar Sabet Gelar Pemain Terbaik Piala Konfederasi


Neymar (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

VIVAbola - Neymar melengkapi kebahagiaan Brasil di Piala Konfederasi 2013. Setelah sukses mengantarkan tim Samba ke tangga juara, striker anyar Barcelona itu pun menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik.

Brasil memastikan titel Piala Konfederasi ketiga mereka usai mengalahkan Spanyol 3-0 pada laga final di Stadion Maracana, Senin pagi, 1 Juli 2013 waktu Indonesia. Neymar sendiri menyumbang sebuah gol dalam pertandingan krusial tersebut.

Dan ternyata, penampilan apiknya sepanjang turnamen mengantarkan Neymar merebut “bola emas”. Penyerang yang membukukan empat gol di ajang ini mengalahkan dua pesaing utamanya Andres Iniesta serta Paulinho.

Sementara itu, gelar top scorer jatuh kepada penyerang Spanyol Fernando Torres yang membukukan lima gol. Di posisi kedua ada Fred yang juga meraih lima gol, namun punya waktu bermain lebih lama dibandingkan El Nino.

Penghargaan lain yang berhasil diraih oleh pemain Brasil adalah gelar kiper terbaik. Julio Cesar yang terus bermain apik di bawah mistar gawang berhak atas sarung “tangan emas”. (art)

Sumber

Tagged ,

Rio Haryanto Pede Tatap Nurburging


(ist.)

London – Setelah mendapatkan podium di Silverstone, Rio Haryanto pun percaya diri menatap seri selanjutnya. Dia berharap bisa mengulangi apa yang dia dapat di Silverstone.

Pada balapan sprint race yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu (30/6/2013), Rio tampil sebagai runner-up. Pemuda 20 tahun itu secara keseluruhan tampil sangat baik di akhir pekan ini.

Setelah finis nomor tujuh di sesi kualifikasi, ia juga mendapatkan posisi yang sama pada balapan pertama hari Sabtu kemarin. Kendati demikian, Rio juga mengakui bahwa balapan tidak berjalan bagus pada awalnya.

“Ya, start-nya memang tidak terlalu bagus, tapi saya berhasil melewati (Julian) Leal, tapi kemudian (Jon) Lancaster punya start bagus dan dia sudah berada di depan saya pada tikungan pertama,” jelasnya dalam wawancara di situs resmi GP2.

“Setelahnya, saya menjaga ban saya dan berharap Jon mulai mengendur. Tapi, dia sangat cepat dari awal sampai akhir. Bagi saya ini adalah hasil yang bagus, tapi saya masih punya beberapa hal untuk diperbaiki buat balapan berikutnya.”

Balapan berikutnya bakal berlangsung di Sirkuit Nurburging, Jerman, 5-7 Juli mendatang. Rio sendiri punya kenangan bagus di sirkuit tersebut.

“Saya memenangi balapan di sana ketika di GP3 dua tahun lalu,” ucapnya.

“Saya suka treknya dan saya harap saya bisa berada di tiga besar atau lima besar pada saat kualifikasi, lalu mengulangi apa yang saya dapat di Silverstone.”

(roz/cas)

Sumber

Tagged
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.